Minggu, 19 Juni 2011

Istilah Kerusakan dan Troubleshooting pada Motor Listrik

Troubleshooting pada Motor Listrik . Untuk mendeteksi kegagalan motor listrik, lilitan motor biasanya dilakukan pengetesan ground fault, open, short, dan reverse. Metode yang tepat untukmelakukan pengetesan ini tergantung pada jenis motor, tetapi bagaimanapun,tanpa memandang jenis motor listrik, pengetahuan mengenai beberapa istilahpenting kelistrikan merupakan hal yang diperlukan untuk melakukan
troubleshooting motor listrik secara tepat, yaitu : 
 
Grounded Coil (kumparan tertanahkan)
Ground : lilitan disebut grounded atau tertanahkan, yaitu saat pada lilitan tersebut timbul kontak listrik dengan frame body motor. Penyebabyang biasa muncul termasuk baut pada penutup body motor (endplates) yang menyentuh lilitan motor; kawat menekan pelat padasudut salah satu sudut slot ; atau centrifugal switch (saklar sentrifugal) tertanahkan ke satu sisi penutup motor.
Kumparan yang tertanahkan di lilitan motor pada umumnya menyebabkan trip berulang pada CB. ikuti langkah berikut untuk menguji grounded coil menggunakan continuity tester :
  1. buka dan amankan (lock out) peralatan pemutus arus, yakinkan motor pada kondisi deenergized (tanpa suplai power listrik).
  2. tempatkan satu probe test lead pada body motor dan probe lainnya pada tiap kumparan power yang biasanya dialiri arus suplai motor. Jika terjadi grounded coil pada salah satu titik dari kumparan, lampu pada continuity tester akan menyala, atau indikasi display meter menunjukkan nilai tak hingga (infinity).
  3. untuk motor tiga phase, uji pada tiap phase secara terpisah, dengan sebelumnya melepas hubungan star atau delta pada sambungan motor.
  4. moisture (uap air) seringkali terdapat pada isolasi motor yang sudah tua menyebabkan resistans tinggi ke tanah yang sukar dideteksi dengan tes lampu. Megger dapat digunakan untuk mendeteksi nilai tersebut.
  5. test lilitan jangkar dan komutator ke ground dengan cara yang sama.
  6. pada beberapa motor, brush holder di tanahkan pada end plate. Sebelum pengujian ground pada lilitan jangkar, angkat brush dari komutator

Open Circuit (Hubung buka)
Open circuit : sambungan yang terkontaminasi debu atau kendor, bisa jugakawat yang putus dapat menyebabkan open circuit pada motor listrik.
  1. Saat satu atau lebih kumparan menjadi terhubung buka karena terputusnya belitan atau sambungan yang kendor pada end connection (sambungan akhir), hal ini dapat diuji dengan continuity tester seperti penjelasan sebelumnya. jika tes ini di lakukan pada akhir dari tiap belitan kumparan, gejala open circuit dapat dideteksi dengan kondisi lampu yang tidak menyala. pisahkan koneksi dari tiap kumparan dan lakukan pengujian tiap group kumparan secara terpisah.
  2. open circuit pada kumparan starting biasanya sukar diperkirakan lokasinya, karena permasalahan mungkin muncul di saklar centrifugal bukannya di kumparan motor karena beberapa bagian menjadi usang, meluruh dan kotor. pressure yang tidak cukup dari bagian yang berputar dari saklar centrifugal terhadap bagian yang diam akan mencegah kontak untuk close, sehingga menghasilkan open circuit.

Shorted Coil (Hubung singkat pada kumparan)
Short : jika terjadi hubungan listrik antara dua atau lebih belitan pada lilitan motor. Kondisi ini dapat timbul di lilitan baru jika lilitan terlalu kencang dan sedikit pemukulan diperlukan untuk menempatkan kawat pada posisinya. pada kasus lain, panas berlebih disebabkan overload akan berakibat menurunnya kualitas isolasi dan menyebabkan short. Short circuit sering dideteksi dengan mengamati munculnya asap dari lilitan saat motor beroperasi, atau jika motor menarik arus berlebihan pada saat kondisi tanpa beban.
 
Hubung singkat antar belitan pada kumparan biasanya adalah akibat dari kegagalan isolasi dari kawat kumparan, disebabkan minyak, uap air, dan sejenisnya. Salah satu cara murah untuk mengetahui lokasi hubung singkat kumparan adalah dengan menggunakan growler dan kepingan besi tipis, caranya :

  1. Tempatkan growler pada inti seperti gambar, dengan kepingan tipis besi dengan jarak satu jangka dari jarak antar kumparan dari pusat growler.
  2. Tes kumparan dengan menggerakkan growler disekitar bore dari stator dan selalu perhatikan jarak kepingan besi dijaga dengan jarak yang tetap sama jauh dengannya.
  3. Jika ada kumparan yang memiliki satu atau lebih hubung singkat antar belitan, kepingan besi akan bergetar cepat menyebabkan suara berdengung keras. Dengan merunut lokasi pada dua slot dimana besi bergetar, akan ditemukan kumparan yang terhubung singkat.
  4. Kadangkala satu kumparan atau satu grup kumparan komplit terhubung singkat pada akhir koneksi lilitan. Pengujian jenis gangguan ini sama dengan pengujian gangguan hubung singkat pada kumparan.
Sumber : MATERIAL HANDOUT LISTRIK

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

karangtek@gmail.com